Minggu, 26 Februari 2023

KH. Mas Alwi: Sosok Pelayar, Pedagang dan Pencetus Nama Nahdlatul Ulama'

Pergolakan Nuhudlul Ulama’ vs Nahdhatul Ulama’.

Ada dua ulama Muassis NU yang  dalam awal pembentukan nama organisasi ini memiliki pandangan dan merekomendasikan nama jam'iyah ulama. Lalu siapa saja ulama itu? Pertama  KH. Abdul Hamid Sedayu Gresik, mengusulkan nama “Nuhudlul Ulama” (kebangkitan ulama) disertai penjelasan bahwa, para ulama mulai bersiap-siap akan bangkit melalui pewadahan organisasi formal tersebut. Nama usulan ini, disanggah oleh KH. Mas Alwi bin Abdul Aziz. Menurut KH. Mas Alwi, kebangkitan ulama bukan lagi mulai atau akan bangkit. Melainkan, kebangkitan itu sudah berlangsung sejak lama dan bahkan sudah bergerak jauh sebelum adanya tanda-tanda akan terbentuknya Komite Hijaz itu sendiri. Hanya saja, kata KH. Mas Alwi, kebangkitan atau pergerakan ulama kala itu memang belum terorganisasi secara rapi.

Atas dasar itu, KH. Mas Alwi lantas mengajukan usul agar jam’iyyah ulama itu diberi nama "Nahdlatul Ulama" (kebangkitan ulama), yang pengertiannya lebih condong pada “gerakan serentak para ulama dalam suatu pengarahan, atau, gerakan bersama-sama yang terorganisasi”. Karena saat itu, menurut KH. Mas Alwi para ulama telah bangkit bukan bersiap – siap akan bangkit. Kemudian KH. Mas Alwi menambahkan, kalau hanya di namakan jamiiyah ulama saja, belum dapat membangktkan ghirrah ulama, karena masih banyak ulama yang masih tersibukkan dengan megurusi ulama dan santrinya saja.  

Dan akhirnya disepakatilah dalam forum ulama tersebut dan juga mendapat restu oleh Rais Akbar Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari. Kemudian, KH. Hasyim Asy'ari dalam tulisannya yang dimuat dalam Swara Nahdlatoel Oelama mengartikan kata "Nahdlhah" berarti bergerak menuju kemaslahatan, yang terus menerus tanpa berkesudahan.

Tentang penyebutan organisasi bernama “Nahdlatul Ulama”, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki pendapat dimana dalam sejumlah kesempatan ia mengatakan bahwa kata Nahdhah diilhami oleh kalimat Syekh Ahmad ibn Muhammad ibn Atha’illah as-Sakandari, pengarang kitab tasawuf yang fenomenal dikalangan Nahdliyin yakni Kitab al-Hikam yang sring dikaji dikalangan pesantren itu. Akar kata “Nahdlat" ini termuat dalam salah satu aforismenya yang berbunyi: “Lâ tashhab man lâ yunhidluka hâluhu wa lâ yadulluka ‘alallâhi maqâluhu (Janganlah engkau jadikan sahabat dari orang yang perilakunya tak membangkitkan dan menunjukkanmu kepada Allah)”.

Dalam akar kata tersebut menurut Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari sering mengutip ungkapan itu. Kata 'yunhidlu', artinya membangkitkan, dan ulama termasuk orang yang bisa membangkitkan ke arah jalan Allah.

Siapakah KH. Mas Alwi Abdul Aziz?

KH. Mas Alwi abdul Aziz Al-Azmatkhan adalah termasuk seorang yang masih memiliki garis keturunan Sunan Ampel. Ia pernah nyantri di Demangan Bangkalan semasa dengan KH. Wahab Hasbullah, KH. Ridwan Abdullah. Setelah nyantri ke Syaikhona Kholil, beliau melanjutkan rihlah ilmiyahnya ke berbagai pondok pesantren, diantaranya di Siwalan Panji Sidoarjo dan hingga ke Mekkah.

KH. Mas Alwi selain aktif di Madrasah Nahdhatul Wathon, juga sebagai pedagang yang berjualan di jalan sasak Ampel Surabaya. Ia membuka warung setelah perjalanannya mencari tahu dan meyelidiki terkait isu yang beredar di masanya tentang pembaharuan Islam, yang kala itu sempat digaungkan oleh sepupunya KH. Mas Mansur yang kemudian dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah. KH. Mas Alwi bahkan rela keliling Eropa dengan cara menjadi pelayar dan bekerja di pelayaran yang saat itu konotasi di pelayaran adalah memiliki stigma yang negatif dalam pandangan masyarakat dan terkesan memalukan keluarga, sehingga KH. Mas Alwi yang memiliki jalur keturunan hingga ke Sunan Ampel, dikeluarkan dari silsilah keluarga yang terhormat tersebut. Dari itulah KH. Mas Alwi dikeluarkan dan diusir dari rumah. Setibanya di Eropa, KH. Mas Alwi menikahi wanita Belanda yang sebelumnya sempat ia Islamkan, dan berkat itulah KH. Mas Alwi berhasil masuk ke tempat – tempat perpustakaan di Belanda yang dibantu oleh wanita yang dinikahinya dan menemukan fakta terkait dengan penyelidikan tentang pembahruan Islam yang sesungguhnya. Bahwa hal itu adalah sebuah propaganda Eropa yang akan memecah belah Islam.


Awan Albunny adalah Santri Tebuireng, Mutakharrijin Madrasah Mu'allimin Hasyim Asy'ari Tebuireng

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar