Sering kita mendengarkan pepatah “ Muda Menabung, Tua Beruntung” ataupun juga kata “ Menabung Pangkal Kaya’, hal ini mengindikasikan bahwa menabung adalah aktifitas yang akan bisa di nikmati waktu yang akan datang. Menabung adalah menyisihkan dan mengumpulkan sebagian rupiah di celengan, di bank atau lain sebagainya agar nantinya menghasilkan jumlah yang banyak untuk kebutuhan di masa depan. Pendidikan menabung sangatlah penting di tanamkan oleh para pendidik untuk anak – anak ssejak dini, maka pasti kita jumpai di lembaga pendidikan pra sekolah ( PAUD pendidikan anak usia dini, atau TK pasti ada program Ayo menabung. Hal ini adalah cara yang sangat tepat untuk membelajari menabung usia dini.
Menabung tidaklah susah jika kita memulai dengan nominal yang terkecil dahulu, misalnya dengan uang recehan di masukan kedalam “celengan”. Tetapi menabung tidaklah mudah jika seseorang tidak membiasakan untuk menyisihkan sebagian rupiah. Memilki target pada masa yang akan datang pasti semua orang memilikinya, tetapi jika target itu tidak di barengi dengan cara-cara yang mendukung untuk mencapainya amat sulit ketika akan mencapainya.
Ketika kita menyisihkan sebagian uang saku, berarti diri kita mulai belajar untuk menghargai uang dan belajar untuk hidup hemat. Dengan menabung bisa dikatakan juga sebagai cara untuk menghargai dan membantu usaha serta kerja keras orang tua dalam mencari nafkah. Sebab uang saku yang diberikan orang tua tidak seluruhnya habis begitu saja tetapi di simpan untuk investasi di masa depan.
Menabung merupakan salah satu aspek dari ilmu management keuangan, dimana dalam realitasnya peran menabung sangat signifikan, karena hal tersebut sarana mengolah kepekaan diri untuk mau mengambil inisiatif dalam mengelola dirinya (be proactive). Sehingga berapapun nominal uangnya, ketika sudah terbentuk karakternya dan mempunyai prioritas dalam hidupnya pasti tetaplah menabung.
Setiap seseorang pasti memiliki masa depan yang diinginkan, dan oleh karena itu hal tersebut tak bisa lepas dengan uang menjadi hal yang urgent sebagai penopangnya. Uang bukanlah segala-galanya namun segala sesuatu membutuhkan uang, jika ketika kita masih muda sudah menghambur-hamburkan uang, bagaimana kita akan menggapai masa depan? menabung dengan jumlah sedikit dengan terus menerus akan lebih baik jika menabung dalam jumlah besar tetapi hanya sekali. Karena dalam menabung terdapat nilai edukasi tentang kedisiplinan dan keistiqomahan (konsisten). Hal inilah yang paling menjadi acuan ketika menabung, bukan hanya sekedar nilai nominal yang di hasilkan melainkan hikmah dalam menabung itu sendiri.
Masa Depan, Pikirkan Sejak Sekarang.
Dalam rangka untuk menggapai masa depan seyogyanya bagi seorang pelajar memiliki prioritas sejak dini untuk menggapainya. Memiliki prioritas bisa dilakukan dengan memiliki target yang tersusun secara matang. Dengan demikian target akan bisa diraih. Disisi lain banyak para santri yang berfikir akan jadi apa kelak ketika sudah dewasa? akankah masa depan akan cerah? tak bisa di pungkiri sebagian besar santri atau pelajar pada umumnya mempunyai pemikiran demikan, hal ini menunjukan betapa pentingnya target yang akan di capai. Perkara kelak menjadi apa, biarkanlah urusan Tuhan untuk mengaturnya. Yang terpenting dari diri kita adalah memiliki target dan prioritas dalam hidup.
Dalam menunjang untuk persiapan menghadapi masa depan salah satunya dengan cara menabung. Karena dengan menabung kita dapat mengatur segala pengeluaran dan pemasukan uang yang kita miliki. Setidaknya kita mempunyai kekuasaan untuk mengelola keuangan kita sendiri sebagai bekal untuk menghadapi tantangan masa depan. Maka dari itu jangan sukar untuk menabung, Jangan malas untuk menyisihkan sebagian uang jajan. Selamat Menabung. (awan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar