| Peserta dan Panitia Leadership Camp 3.0 MPI UNHASY Pacet 24-25 februari 2022 |
Sesuai dengan tema kegiatan, yakni Leadership Camp 3.0 yang dilakukan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang yang dilaksanakan di Villa Pak Guru, Pacet Mojokerto pada 24-25 Februari tempo hari ini. Memberikan beberapa pengalaman, pelajaran serta catatan yang tentunya sebagai langkah untuk memacu kembali semangat berorganisasi dalam kapasistasnya berproses sebagai mahasiswa. Oleh karenanya, prodi mewajibkan bagi mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ada point - point yang tentunya ini dapat bermanfaat bagi peserta maupun panitia.
Berbagai point yang bersifat manfaat, ialah diantaranya memberikan kesempatan bagi panitia untuk mencoba mengadakan event orgnizer, bagaimana cara mengatur, menghendle, mengonsep, serta mengelola scedhule. Bahkan hingga tahapan budgeting, dana darimana, bagaimana kalau dananya tidak cukup, dan lain sebagainya, kesemuanya ini adalah bagian daripada proses implementasi dari beberapa pokok materi - materi dalam perkuliahan.
Fungsi manajemen yang dikonsepkan oleh GR. Terry terkait dengan sebutan masyhurnya POAC antara lain Plannning, Organizing, Actuating hingga Controling dalam acara ini, bisa menjadi ukur agar dapat diukur seberapa berjalan, seberapa besar penangkapan dari materi yang diberikan dibangku kuliah. Setidaknya acara ini menjadi ajang mengaplikasikan teori - teori yang didapatkan dikelas online perkuliahan yang jelas membosankan selama 2 tahun ini.
Sedangkan teruntuk peserta, ini adalah kesempatan untuk menunjukan bahwa apa yang dipilih tatkala masuk perkuliahan adalah hal yang tidak salah. Sehingga tidak ada penyesalan dipertengahan jalan, semasa semester tengah hingga semestet tua diperkuliahan. Juga sebagai kesempatan bertemu secara nyata kepada temen- temen yang lain yang sejak awal kuliah hanya menatap layar zoomeeting, googlemeet dll. Sehingga internalisasi atau penggabungan sikap hingga standart tingkah laku dan mindset terhadap prodi MPI ini bisa memiliki kesamaan rasa untuk sama-sama mewujudkan asa dan cita - cita dalam kegiatan yang nyata.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, baik itu materi yang disampaikan dosen, maupun dari senior-seniornya, dapat dipahami bahwa hal inilah yang seyogyanya untuk terus dipertahankan sampai kapanpun. Dimana romantisme yang muda menghormati dan yang tua menyayangi, membimbing dan mengarahkan agar terbentuk ikatan secara batin dalam bingkai sebuah program studi kampus. Sebab berproses bisa dimana saja. Tidak ada batasan dalam berproses. Atau bahkan sekat-sekat berorganisasi untuk berorganisasipun. Mau mahasiswa ikut PMII, HMI, IPNU, KMNU atau apa saja, jika masih dalam satu naungan keprodian, semua adalah keluarga. Walaupun berlatar belakang yang berbeda-beda justru hal ini menjadikan warna.
Tidak mengurangi kecintaan terhadap prodi, demi membangun kegiatan yang lebih solid, tertata dan lebih mengarah pada nilai substansi, tentu materi leadership camp perlu dirumuskan dan sebagai materi yang dipatenkan agar bisa digunakan berkesinambungan untuk kedepannya. Materi yang sekiranya sudah ada dalam mata kuliah di SKS, tentu tidak perlu di masukkan materi dalam leadership camp. Justru hal ini seolah sebagai pemborosan materi dan tentu juga waktu hingga tenaga. Materi yang seharusnya diberikan dalam leadership camp ini adalah materi tentang substansi, tidak hanya retorika atau materi yang sudah tertata diperkuliahan saja, yang justru menjadikan malah terkesan membosankan. Tetapi materi yang out of the box yang menjadi penunjang daripada keprodian. Peserta seyogyanya lebih diaktualisasikan nilai intelektualitasnya tidak hanya terkungkung materi yang gitu - gitu saja. Kemudian muncul pertanyaan, siapa yang membikin materi? Tentu stakeholders yang ada semua memiliki kontribusi dalam penentuan materi, bahkan hingga alumni bisa untuk dilibatkan. Sehingga ada peran dari semua pihak dalam penentuanya. Mungkin ini sepele, tapi sesungguhnya kegiatan seperti leadership camp beginilah sesungguhnya yang mampu ekplorasi diri, bahkan mengesankan dan menjadikan wawasan dan berguna dikemudian hari.
Ari Setiawan (Alumni ke - 2 Prodi MPI UNHASY, dan Mahasiswa semester akhir Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar